Postingan

Tugas Pendahuluan 2 - P5K2

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja 4. Flowchart dan Listing Program 5. Video Demo 6. Kondisi 7. Video Simulasi 8. Download file 1. Prosedur   [kembali] Rangkai semua komponen  Buat program di website wokwi Jalankan program dan cobakan sesuai kondisi 2. Hardware dan Diagram Blok   [kembali] Hardware : 1. Raspberry Pi Pico 2. Button 3. Buzzer 3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali] Rangkaian Percobaan:  Kedua LED(merah dan biru) menyala ketika sensor PIR mendeteksi adanya gerakan Prinsip Kerja: Deskripsi Prinsip Kerja Rangkaian Rangkaian ini merupakan sistem sederhana berbasis Raspberry Pi Pico yang terdiri dari dua push button(Input) dan satu buzzer sebagai keluaran suara(Output). Fungsi utama dari rangkaian ini adalah mengontrol bunyi buzzer menggunakan tombol yang terhubung ke mikrokontroler. Komponen dan Koneksi Raspberry Pi Pico seb...
Gambar
    Bahan Presentasi Mata Kuliah  ELEKTRONIKA OLEH : Johandry Syahputra 2210952039 Dosen Pengampu : Dr.Darwison,M.T Referensi :  a. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”,     Jilid 1, ISBN: 978-602-9081-10-7, CV Ferila, Padang  b. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”,     Jilid 2,  ISBN: 978-602-9081-10-8, CV Ferila, Padang  c. Robert L. Boylestad and Louis Nashelsky, Electronic Devices and Circuit Theory, Pearson, 2013  d. Jimmie J. Cathey, Theory and Problems of Electronic Device and Circuit, McGraw Hill, 2002. e. Keith Brindley, Starting Electronics, Newness 3rd Edition, 2005 f. Ian R. Sinclair and John Dunton, Practical Electronics Handbook, Newness, 2007. g. John M. Hughes, Practical Electronics: Components and Techniques, O’Reilly Media, 2016.

HOME

Gambar
    Bahan Presentasi Mata Kuliah  ELEKTRONIKA OLEH : Johandry Syahputra 2210952039 Dosen Pengampu : Dr.Darwison,M.T Referensi :  a. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”,     Jilid 1, ISBN: 978-602-9081-10-7, CV Ferila, Padang  b. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”,     Jilid 2,  ISBN: 978-602-9081-10-8, CV Ferila, Padang  c. Robert L. Boylestad and Louis Nashelsky, Electronic Devices and Circuit Theory, Pearson, 2013  d. Jimmie J. Cathey, Theory and Problems of Electronic Device and Circuit, McGraw Hill, 2002. e. Keith Brindley, Starting Electronics, Newness 3rd Edition, 2005 f. Ian R. Sinclair and John Dunton, Practical Electronics Handbook, Newness, 2007. g. John M. Hughes, Practical Electronics: Components and Techniques, O’Reilly Media, 2016.

LAPORAN AKHIR MODUL 3 - Adder Non Inverting Amplifier

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Video Penjelasan   6. Download File   1. Jurnal [Kembali] Perhitungan Dan Jurnal  Adder Non Inverting Amplifier 2. Prinsip Kerja [Kembali] Pada percobaan ini, nilai tegangan input yang diberikan dari V1 dan V2 dialirkan menuju line input penguat adder non inverting berturut-turut melalui R1, R2. Pada percobaan ini menggunakan besaran Resistor referensi (Rf) yang telah ditetapkan pada jurnal sebesar 20k ohm.Besarnya penguatan tegangan (Av) pada rangkaian penguat penjumlah non-inverting diatas di atur oleh Resistor feedback (Rf) dan resistor inverting (Ri), sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut : Besarnya tegangan output (Vout) dari rangkaian adder/penjumlah non inverting di atas dapat dirumuskan sebagai berikut. Besarnya penjumlahan sinyal masukan tersebut bernilai positif karena penguat operasional dioperasikan pada mode non membalik (non invert...

LAPORAN AKHIR MODUL 3 - Adder Inverting Amplifier

Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Video Penjelasan   6. Download File   1. Jurnal [Kembali] 2. Prinsip Kerja [Kembali] Pada percobaan ini, nilai tegangan input yang diberikan dari  V1 dan V2 dialirkan menuju line input penguat inverting berturut-turut melalui R1, R2. Pada percobaan ini menggunakan besaran Resistor referensi (Rf) yang telah ditetapkan pada jurnal sebesar 20k ohm. Besarnya tegangan output (Vout) dari rangkaian adder/penjumlah inverting diatas dapat dirumuskan sebagai berikut. Besarnya penjumlahan sinyal input tersebut bernilai negatif karena penguat operasional dioperasikan pada mode membalik (inverting). Sinyal keluaran yang dihasilkan dari rangkaian adder inverting ini membalik dengan beda fasa sebesar 180 derajat. 3. Video Percobaan [Kembali] 4. Analisa [Kembali] 1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dar...

LA Praktikum Modul 4 (HPF) 40dB

Gambar
LAPORAN AKHIR [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Video Penjelasan   6. Download File   1. Jurnal [Kembali] 2. Prinsip Kerja [Kembali] HPF +40dB     High Pass Filter (HPF) dengan tingkat redaman 40 dB per dekade, atau HPF40dB, adalah sebuah komponen kunci dalam dunia elektronika dan pengolahan sinyal. Prinsip kerjanya didasarkan pada penghambatan sinyal dengan frekuensi rendah, memungkinkan hanya komponen frekuensi tinggi dari sinyal input untuk melewati filter dengan sedikit atau tanpa perubahan yang signifikan. HPF40dB memiliki frekuensi cutoff (fc) yang menentukan batas antara sinyal yang diizinkan dan yang diblokir. Di atas fc, tegangan output (Vout) hampir identik dengan sinyal input (Vin), sementara di bawah fc, Vout akan mengalami penurunan tajam seiring dengan penurunan frekuensi.   Untuk lebih memahami prinsip kerja HPF40dB, mari kita lihat skema rangkaian dasarn...

LA Praktikum Modul 4 - (HPF) 20dB

Gambar
LAPORAN AKHIR [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Jurnal 2. Prinsip Kerja 3. Video Percobaan 4. Analisa 5. Video Penjelasan   6. Download File   1. Jurnal [Kembali] 2. Prinsip Kerja [Kembali]     HPF 20dB Dari rangkaian terlihat bahwa sinyal input diserikan dengan kapasitor C sehingga sinyal input yang berfrekuensi diatas frekuensi cut-off akan dilewatkan dan sebaliknya dibawah frekuensi cut-off akan diredam atau dilemahkan. Pelemahan terjadi karena reaktansi XC akan semakin besar apabila frekuensi semakin kecil seperti hubungan berikut. Jika sinyal input semakin diperbesar frekuensi-nya maka tegangan di titik A dari gambar rangkaian HPF +20 dB/dec akan semakin besar atau mendekati besarnya Vi (ACL ≈ 1).Pada rangkaian amplifier karena...